Rabu, 01 Mei 2013

kalimah dan pembagiannya



MAKALAH KALIMAH DAN PEMBAGIANNYA


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab I

Dosen Pengampu
Sofia Ratna Awaliyah, M. Pd. I


                                                                                          


Oleh:
YANI INDRAWATI

FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
INSTITUTE AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
CIAMIS-JAWA BARAT
2013
KATA  PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang senantiasa membimbing dan menyayangi umatnya hingga akhir zaman.
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah  untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “ Bahasa Arab I “ selain itu dapat memberikan  pengetahuan dasar tentang pembagian kalimah dalam Bahasa Arab.
Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Sofia Ratna Awaliyah, M.Pd.I. selaku dosen mata kuliah ini yang telah membimbing dan memberikan materi demi kelancaran dan terseleseikannya makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi bahan, pedoman dan tuntutan bagi generasi muda dalam mempelajari bahasa arab, Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua. Amiin...










Ciamis, 24 Februari 2013



Penulis



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I             PENDAHULUAN                                       
A.            Latar Belakang .................................................................................. 1
B.            Rumusan Masalah ............................................................................. 2
C.            Tujuan................................................................................................ 2
BAB II            PEMBAHASAN
A.           Pengertian kalimah............................................................................. 3
B.            Pembagian kalimah............................................................................. 3

BAB III          PENUTUP
A.            Kesimpulan ....................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 13















BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Di dalam memulai penulisan ilmu nahwu, sudah lajim bagi para ulama nahwiyyin memulainya dengan menguraikn nama kalam terlebih dahulu, sebab dengan demikian itu akan mudah mengetahui isim, fi’il dan haraf sebagai mufrod kalimah.
dalam kitab jurumiyah, yang dinamakan kalam adalah:
الكلام هو اللفظ المركب المفيد با لوضع
Artinya: yang dinamakan kalam ialah lafadz yang murakkab serta mengandung faedah dengan wadho arab.
Yang disebut kalam menurut ahli ilmu nahwu, harus memenuhi syarat ini:
1)      Lafadz, yaitu:
الصوة المشمل على بعض الحروف الهجا ئيه
Artinya: “suara yang meliputi sebagian huruf hijaiyah”
Contoh:زيد, كتاب(buku, zaed).
Jika tidak ada suaranya berarti bukan lafaz tapi jika bersuara berarti atu lafaz.
2)      Morokkab (tersusun), yaitu:
ما تركب من كلمتين فا كثرا
Artinya: “kalimat yang tersusun dua kalimat atau lebih banyak”.
Contoh: زيدجاء(telah datang zaed)
3)      Mufied (berpaedah), yaitu:
ما افا د فا ئد ة يحسن السكو ت من المتكلم و السا مع عليها
Artinya: “lafaz yang memberi faedah yang sekira enak berdiamnya orang yang berbicara dan yang mendengarkannya/sama-sama mengerti”.
Contoh :قام زيد (telah berdiri zaed).


4)      Wadho( bahasa arab), yaitu:
جعل الفظ دليل على معنا
Artinya: “menjadikan lafaznya supaya menun jukan pada arti”
Kalam baru terbentuk apabiala terdiri dari dua isim  atau terdiri dari fi’il dan isim.

B.     Rumusan Masalah
1.                   Apa Pengertian Kalimah ?
2.                   Jelaskan Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab ?

C.     Tujuan
1.                       Mengetahui Pengertian Kalimah.
2.                       Mengetahui Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian kalimah
Kalimah adalah suatu lafaz yang digunakan untuk menunjukan makna yang bersifat mufrod/tunggal. Jika kalimah dalam bahasa arab di bahasa indonesiakan maka disebut kata

B.       Bagian-bagian kalimah
Kalimah terbagi dalam 3 bagian, yaitu: isim, fi’il dan haraf.
1.        Isim (kata benda)
a.         Ta’rif isim yaitu:
وهوكلمة دلت على معنى قى نفسها ولم تقترن بزمن وضعا
“Adalah kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri tanpa tidak disertai oleh waktu”.
Contoh: زيد ,انا (zaed dan saya)
b.        Tanda-tanda isim
فالاسم با لتنوين والخفض عرف     وحرف خفض وبلا م والف
Isim Dengan Tanwin Dan Kasrah Diketahui Itu Isim            Dan Haraf Kasrah Dan Alif Lam
Tanda-tanda isim dalam ilmu nahwu ada 4, yaitu:
1)        Harkat jar (خفض) pada akhir kalimat, contoh:مررت بزيد  ( saya melewati pada zaed ).
2)        Tanwin, adapun ta’rif tanwin:
والتنوين هو نون سا كنة تلحق اخر الاسم لفظا لا خطا
“Tanwin adalah nun sukun yang  bertemu akhiran isim pelafalannya tidak pada tulisannya”.

Tanwin ada empat, yaitu:
a)        Tanwin tamkin, yaitu:
وهو الحق للا سماء المعربة
“tanwin yang terdapat pada isim-isim yang mu’rob,
seperti lafaz زيد dan رجل. dikecualikan yaitu tanwin yang terdapat pada muanats salaim seperti yang terdapat pada lapaz  مسلما ت  . dikecualikan pula tanwin yang terdapat pada kalimat  جوا ر  dan  غواش .
b)        Tanwin tankir, yaitu:
وهوالحق للاسماء البنيةفرق بين معرفتها ونقرتها
“ tanwin yang berada dalam isim mabni untuk membedakan antara nakiroh dan ma’rifatnya”
Seperti lafaz: صه artinya diam dari segala perkataan(nakiroh). Jika lafaz صه  Artinya: Diam dari sesuatu hal tertentu ( Ma’rifat) . يه  سبو يهسبو
c)        Tanwin Muqabalah, yaitu:
وهوا لحق لجمع ا لمؤ نث ا لسا لم
“ Tanwin yang berada pada Jama’ muanassalim “
Contoh : دا ت  مسلما تهن. Tanwin ini berkedudukan sebagai pembanding huruf  Nun yang terdapat pada Jamak mudakarsalim, seperti lafadz مسلمين.
d)       Tanwin Iwadh, terbagi 3, yaitu :
1)        Tanwin Iwadh ‘anilharpi.
وهو الحق لجواروالغواس
 “Tanwin yang terdapat pada lafadz Jawarin dan Ghowassin“
Contoh: جوار
2)        Iwadh ‘anil Ismi, yaitu :
وهوالحق لكل عدعواضا عما تضا ف اليه
“ Tanwin yang berada pada lafadz kullun dan ‘iidin sambil menjadi pengganti dari mudop ilaih.
Contoh:كل قا ئم (setiap yang berdiri)
3)        Iwad ‘anil jumlah, yaitu :
وهو الحق عد عوا ضاعن جملة تقو م بعدها
“tanwin yang ada pada lafaz ‘id yang menjadi penggantio dari haraf sebelumnya”
Contoh : وانتم هينئد تنضرون
3)        Alif lam (ال), contoh: والغلام الرجل(laki-laki itu dan pemuda itu).
4)        Haraf jar, Yaiyu:
a)        من (dari), contoh : صرت من البيت (saya berjalan dari rumah)
b)        الى (ke), contoh:الى المدر سة (ke sekolah)
c)        عن (melewati), contoh: رميت السهم عن الكوس(saya melempar panah melewati busurnya)
d)       على (di atas), contoh: ركبت على الفرس(saya naik di atas kuda)
e)        فى (di dalam), contoh: الماء فى الكوز(air di dalam dendi)
f)         رب ada yang bermakna menyedikitkan, contoh: رب رجل بخيل (sedikit laki-laki yang pelit). Dan ada yang bermakna banyak, contoh: رب رجل كريم(banyak laki-laki yang penyayang).
g)        باء (mempertemukan), contoh: مررت بزيد (saya melewati zaed).
h)        كاف  (seperti), contoh:زيد كا لبد ر (zaed seperti bulan).
i)          لام(memiliki), contoh: الما ل لزيد (harta milik zaed).
Adapun dengan haraf sumpah, yaitu:
a)        واو(demi), contoh: والله (demi allah).
b)        باء  (demi), contih: باالله (demi allah).
c)        تاء (demi), contoh:تاالله (demi allah).

2.        Fi’il (kata kerja)
a.         Ta’rif fi’il, yaitu:

وهوكلمة دلت على معنى قى نفسها واقترنت بزمن وضعا
“kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri yang disertai oleh waktu melakukannya”.
Contoh: قام(telah berdiri).
b.         Macam-macam fi’il, yaitu:
1)        Fi’il madi, yaitu:
مادل على حدث مض وانقض
" sesuatu yang menunjukkan pada waktu yang sudah lewat”.
Contoh:   قا م(sudah berdiri).
2)        Fi’il mudhori, yaitu:
مادل عتى حدث يقبل الحال والا ستقبال
“sesuatu yang menunjukan pada wktu sekarang dan waktu yang akan datang”.
Contoh: يقوم  (sedang/akan berdiri).
3)        Fi’il amar, yaitu:
ما دل على حدث فى المستقبا ل
“sesuatu yang menunjukan pada waktu yang akan datang”.
contoh:قم  (harus berdiri).
c.         Tanda-tanda fi’il
و الفعل معروف بقد والسين   وتاء تانيث مع التسكين
Fi’il Diketahui Dengan Qad Dan Sin             Ta Tanis Yang Sukun.

1)        قد, bisa pada fi’il madi dan fi’il mudhori.
Jika qod ada pada fi’il madi, maka bermakna littahqiq (sesungguhnya),contoh: قد قام(sesungguhnya telah berdiri).
Jika qod ada pada fi’il mudhori, bermakna littaqlil (terkadang), contoh:قد يقوم (terkadang berdiri).
2)      سين dan سوفhanya bisa pada fi’il mudari saja
Sin bermakna littaswif, yaitu menunjukan pada waktu yang akan datang tapi sudah dekat, contoh: سيقوم (akan berdiri sebentar lagi).
Saufa bermakna littaswif, yaitu menunjukan pada waktu yang akan datang dan masih lama, contoh:سوف يقوم (akan berdiri).
3)        تاء تنيس سكنه hanya untuk fi’il madi,
 contoh: قا مت هند (hindun sudah berdiri).
3.        حرف  (huruf), yaitu:
وهوكلمة د لت على معنى فى غيرها
“Yaitu, kalimah yang menunjukan pada arti bukan pada dirinya sendiri”.
Contoh: هل و لم و الى (apakah, tidak/belum, dan ke)
والحرف لم يصلح له علامة   الا انتفا قبوله العلامة
Huruf tidak mempunyai tanda            kecuali merasa cukup dengan tanda

























BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
            Kalimah adalah suatu lafaz yang digunakan untuk menunjukan makna yang bersifat mufrod/tunggal.
Kalimah terbagi 3, yaitu: kalimah isim, kalimah fi’il, dan kalimah haraf.
1)      Isim adalah kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri tanpa tidak disertai oleh waktu.
2)      Fi’il adalah kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri yang disertai oleh waktu melakukannya.
3)      Haraf adalah  , kalimah yang menunjukan pada arti bukan pada dirinya sendiri.















DAFTAR FUSTAKA

Amirudin, M., Tuntunan Tata Bahasa Arab, Surabaya :  Al-Ihsan,1989
Al-Ghulayaini,Syikh Mushthafa, Jami’ud Durusil Arabiyah, Beirut, 1912
Anwar, Moch, Terjemah Matan Al-Fiyah, Karawang : Percetakan Offset,1972
Ibnu ‘Aqil Bahaud Din Abdullah, Terjemah Al-Fiyah Syarah Ibni ‘Aqil,Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1996
Ai-Kupri, Syeh, Matan Al-Jurumiyah, Surabaya



1 komentar: