MAKALAH KALIMAH DAN PEMBAGIANNYA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab I
Dosen Pengampu
Sofia Ratna Awaliyah, M. Pd. I
Oleh:
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
INSTITUTE AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
CIAMIS-JAWA BARAT
2013
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tak lupa kami curahkan
kepada Nabi Muhammad SAW yang senantiasa membimbing dan menyayangi umatnya
hingga akhir zaman.
Adapun
maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “
Bahasa Arab I “ selain itu dapat memberikan
pengetahuan dasar tentang pembagian kalimah dalam Bahasa Arab.
Terima
kasih kami sampaikan kepada Ibu Sofia Ratna Awaliyah, M.Pd.I. selaku
dosen mata kuliah ini yang telah membimbing dan memberikan materi demi
kelancaran dan terseleseikannya makalah ini.
Semoga makalah ini dapat menjadi bahan, pedoman dan tuntutan bagi
generasi muda dalam mempelajari
bahasa arab, Semoga Allah
SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua.
Amiin...
Ciamis, 24 Februari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang .................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah ............................................................................. 2
C.
Tujuan................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian kalimah............................................................................. 3
B.
Pembagian kalimah............................................................................. 3
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
....................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam memulai penulisan ilmu nahwu, sudah lajim bagi
para ulama nahwiyyin memulainya dengan menguraikn nama kalam terlebih dahulu,
sebab dengan demikian itu akan mudah mengetahui isim, fi’il dan haraf sebagai
mufrod kalimah.
dalam kitab jurumiyah, yang dinamakan kalam adalah:
الكلام
هو اللفظ المركب المفيد با لوضع
Artinya: yang
dinamakan kalam ialah lafadz yang murakkab serta mengandung faedah dengan wadho
arab.
Yang disebut kalam menurut ahli ilmu nahwu, harus memenuhi syarat
ini:
1)
Lafadz,
yaitu:
الصوة
المشمل على بعض الحروف الهجا ئيه
Artinya:
“suara yang meliputi sebagian huruf hijaiyah”
Contoh:زيد, كتاب(buku,
zaed).
Jika
tidak ada suaranya berarti bukan lafaz tapi jika bersuara berarti atu lafaz.
2)
Morokkab
(tersusun), yaitu:
ما
تركب من كلمتين فا كثرا
Artinya:
“kalimat yang tersusun dua kalimat atau lebih banyak”.
Contoh: زيدجاء(telah
datang zaed)
3)
Mufied
(berpaedah), yaitu:
ما
افا د فا ئد ة يحسن السكو ت من المتكلم و السا مع عليها
Artinya:
“lafaz yang memberi faedah yang sekira enak berdiamnya orang yang berbicara dan
yang mendengarkannya/sama-sama mengerti”.
Contoh :قام
زيد (telah berdiri zaed).
4)
Wadho(
bahasa arab), yaitu:
جعل
الفظ دليل على معنا
Artinya:
“menjadikan lafaznya supaya menun jukan pada arti”
Kalam baru terbentuk apabiala terdiri dari dua isim atau terdiri dari fi’il dan isim.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian Kalimah ?
2.
Jelaskan Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui Pengertian Kalimah.
2.
Mengetahui Pembagian Kalimah Dalam Bahasa Arab.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
kalimah
Kalimah adalah suatu lafaz yang digunakan untuk menunjukan makna
yang bersifat mufrod/tunggal. Jika kalimah dalam bahasa arab di bahasa indonesiakan maka disebut kata
B.
Bagian-bagian
kalimah
Kalimah
terbagi dalam 3 bagian, yaitu: isim, fi’il dan haraf.
1.
Isim
(kata benda)
a.
Ta’rif
isim yaitu:
وهوكلمة
دلت على معنى قى نفسها ولم تقترن بزمن وضعا
“Adalah
kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri tanpa tidak disertai
oleh waktu”.
Contoh: زيد
,انا
(zaed dan saya)
b.
Tanda-tanda
isim
فالاسم
با لتنوين والخفض عرف وحرف خفض وبلا م
والف
Isim Dengan Tanwin Dan Kasrah Diketahui Itu Isim Dan Haraf Kasrah Dan Alif Lam
Tanda-tanda
isim dalam ilmu nahwu ada 4, yaitu:
1)
Harkat
jar (خفض)
pada akhir kalimat, contoh:مررت
بزيد ( saya melewati pada zaed
).
2)
Tanwin,
adapun ta’rif tanwin:
والتنوين
هو نون سا كنة تلحق اخر الاسم لفظا لا خطا
“Tanwin
adalah nun sukun yang bertemu akhiran
isim pelafalannya tidak pada tulisannya”.
Tanwin ada empat, yaitu:
a)
Tanwin
tamkin, yaitu:
وهو الحق للا سماء
المعربة
“tanwin
yang terdapat pada isim-isim yang mu’rob,
seperti lafaz زيد dan رجل. dikecualikan yaitu
tanwin yang terdapat pada muanats salaim seperti yang terdapat pada lapaz مسلما
ت . dikecualikan pula tanwin yang terdapat pada kalimat جوا
ر dan غواش .
b)
Tanwin
tankir, yaitu:
وهوالحق
للاسماء البنيةفرق بين معرفتها ونقرتها
“ tanwin yang berada dalam isim
mabni untuk membedakan antara nakiroh dan ma’rifatnya”
Seperti lafaz: صه
artinya diam dari segala perkataan(nakiroh). Jika lafaz صه Artinya: Diam dari sesuatu hal tertentu (
Ma’rifat) . يه سبو يهسبو
c)
Tanwin
Muqabalah, yaitu:
وهوا
لحق لجمع ا لمؤ نث ا لسا لم
“ Tanwin yang berada pada Jama’ muanassalim “
Contoh : دا
ت مسلما تهن. Tanwin ini berkedudukan sebagai pembanding
huruf Nun yang terdapat pada Jamak mudakarsalim,
seperti lafadz مسلمين.
d)
Tanwin
Iwadh, terbagi 3, yaitu :
1)
Tanwin
Iwadh ‘anilharpi.
وهو الحق لجواروالغواس
“Tanwin yang terdapat pada lafadz Jawarin dan
Ghowassin“
Contoh: جوار
2)
Iwadh
‘anil Ismi, yaitu :
وهوالحق لكل عدعواضا
عما تضا ف اليه
“
Tanwin yang berada pada lafadz kullun dan ‘iidin sambil menjadi pengganti dari
mudop ilaih.
Contoh:كل
قا ئم (setiap yang berdiri)
3)
Iwad
‘anil jumlah, yaitu :
وهو الحق عد عوا ضاعن
جملة تقو م بعدها
“tanwin yang ada pada lafaz ‘id yang
menjadi penggantio dari haraf sebelumnya”
Contoh : وانتم
هينئد تنضرون
3)
Alif
lam (ال), contoh: والغلام الرجل(laki-laki
itu dan pemuda itu).
4)
Haraf
jar, Yaiyu:
a)
من (dari), contoh : صرت
من البيت (saya berjalan dari rumah)
b)
الى (ke), contoh:الى
المدر سة (ke sekolah)
c)
عن (melewati), contoh: رميت
السهم عن الكوس(saya melempar panah melewati busurnya)
d)
على (di atas), contoh: ركبت
على الفرس(saya naik di atas kuda)
e)
فى (di dalam), contoh: الماء
فى الكوز(air di dalam dendi)
f)
رب ada yang bermakna menyedikitkan, contoh: رب
رجل بخيل (sedikit laki-laki yang pelit). Dan ada yang bermakna banyak,
contoh: رب رجل كريم(banyak laki-laki yang penyayang).
g)
باء (mempertemukan), contoh: مررت
بزيد (saya melewati zaed).
h)
كاف
(seperti), contoh:زيد كا لبد ر
(zaed seperti bulan).
i)
لام(memiliki), contoh: الما
ل لزيد (harta milik zaed).
Adapun dengan haraf sumpah, yaitu:
a)
واو(demi), contoh: والله
(demi allah).
b)
باء
(demi), contih: باالله (demi allah).
c)
تاء (demi), contoh:تاالله
(demi allah).
2.
Fi’il
(kata kerja)
a.
Ta’rif
fi’il, yaitu:
وهوكلمة دلت على معنى
قى نفسها واقترنت بزمن وضعا
“kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri yang
disertai oleh waktu melakukannya”.
Contoh: قام(telah berdiri).
b.
Macam-macam
fi’il, yaitu:
1)
Fi’il
madi, yaitu:
مادل
على حدث مض وانقض
" sesuatu yang menunjukkan pada waktu yang
sudah lewat”.
Contoh: قا م(sudah berdiri).
2)
Fi’il
mudhori, yaitu:
مادل
عتى حدث يقبل الحال والا ستقبال
“sesuatu yang menunjukan pada wktu sekarang dan waktu yang akan
datang”.
Contoh:
يقوم (sedang/akan
berdiri).
3)
Fi’il
amar, yaitu:
ما
دل على حدث فى المستقبا ل
“sesuatu yang menunjukan pada waktu yang akan datang”.
contoh:قم (harus
berdiri).
c.
Tanda-tanda
fi’il
و
الفعل معروف بقد والسين وتاء تانيث مع
التسكين
Fi’il Diketahui Dengan Qad Dan Sin Ta Tanis Yang
Sukun.
1)
قد, bisa pada fi’il madi dan fi’il mudhori.
Jika qod ada pada fi’il madi, maka bermakna littahqiq
(sesungguhnya),contoh: قد قام(sesungguhnya telah berdiri).
Jika qod ada pada fi’il mudhori, bermakna littaqlil (terkadang),
contoh:قد يقوم (terkadang berdiri).
2)
سين dan سوفhanya bisa pada fi’il mudari saja
Sin bermakna littaswif, yaitu menunjukan pada waktu yang akan
datang tapi sudah dekat, contoh: سيقوم
(akan berdiri sebentar lagi).
Saufa bermakna littaswif, yaitu menunjukan pada waktu yang akan
datang dan masih lama, contoh:سوف يقوم
(akan berdiri).
3)
تاء
تنيس سكنه hanya untuk fi’il madi,
contoh: قا
مت هند (hindun sudah berdiri).
3.
حرف (huruf), yaitu:
وهوكلمة
د لت على معنى فى غيرها
“Yaitu, kalimah yang menunjukan pada arti bukan pada dirinya
sendiri”.
Contoh: هل
و لم و الى (apakah, tidak/belum, dan ke)
والحرف
لم يصلح له علامة الا انتفا قبوله
العلامة
Huruf tidak
mempunyai tanda kecuali merasa
cukup dengan tanda
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kalimah adalah suatu lafaz yang digunakan untuk menunjukan makna
yang bersifat mufrod/tunggal.
Kalimah terbagi 3, yaitu: kalimah isim, kalimah fi’il, dan kalimah
haraf.
1)
Isim
adalah kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri tanpa tidak
disertai oleh waktu.
2)
Fi’il
adalah kalimah yang menunjukan pada arti pada dirinya sendiri yang disertai
oleh waktu melakukannya.
3)
Haraf
adalah , kalimah yang menunjukan pada arti
bukan pada dirinya sendiri.
DAFTAR FUSTAKA
Amirudin, M., Tuntunan Tata Bahasa Arab,
Surabaya : Al-Ihsan,1989
Al-Ghulayaini,Syikh Mushthafa, Jami’ud
Durusil Arabiyah, Beirut, 1912
Anwar, Moch, Terjemah Matan Al-Fiyah,
Karawang : Percetakan Offset,1972
Ibnu ‘Aqil Bahaud Din Abdullah, Terjemah
Al-Fiyah Syarah Ibni ‘Aqil,Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1996
Ai-Kupri, Syeh, Matan Al-Jurumiyah,
Surabaya